Postingan

Islam mengakui eksistensi Taurat

Benar, Islam mempercayai keberadaan Taurat sebagaimana yang ada ditangan Umat Yahudi. Quran juga mengklaim sejumlah peraturan yang ada dalam Quran bisa ditemukan padanannya dalam Taurat, demikian pula beberapa kisah nabi. Misalnya ada beberapa ayat Quran yang paralel dengan Bible: QS 5:45 paralel dengan Exodus 21:24–25 QS 48:29 paralel dengan Psalms 1:3, 72:16, 92:14 Ilustrasi gulungan Taurat Saat di Yatsrib Nabi menempati posisi sebagai arbitrator kota. Salah satu tugas arbitrator adalah sebagai penengah dalam konflik yang muncul diantara para warga, untuk itu Nabi berkonsultasi dengan ahli agama Yahudi untuk memutuskan hukuman yang pantas dijatuhkan atas sebuah perkara sesuai kepercayaan mereka, yakni Taurat. TIndakan Nabi ini terekam dalam hadits yang dikompilasi oleh Abu Dawud dan dinarasikan oleh Abdullah ibn Umar. Menunjukkan kepercayaan Nabi akan otoritas dan otentisitas Taurat yang dimiliki oleh Umat Yahudi. Permasalahan muncul ketika ada beberapa kasus yang masuk ke Nabi, ...

Mengapa etnis di Eropa tidak banyak

adi begini, Romawi jago banget menghancurkan suku-suku, tapi soal ngitungnya agak amburadul. Mereka sering mencampuradukkan suku-suku dengan nama yang sama atau bikin nama baru tergantung siapa yang ngomongin. Mereka bahkan suka mencampur, menawan, atau memindahkan orang-orang yang masih hidup setelah pertempuran mereka, jadinya susah nge-track nasib mereka. Angka pasti suku-suku yang dibabat habis sama Kekaisaran Romawi? Enggak ada yang tau, tapi kita bisa menebak dengan logika. Salah satu cara canggih untuk nebak jumlah suku yang dibabat adalah lihat lawan-lawan Romawi. Mereka menghadapi suku dari mana aja – Gaul, Britania, Jerman, Spanyol, Afrika, dan Asia. Mungkin udah dengar tentang beberapa, kayak Karthago, Galia, Briton, Partia, Dacia, Goth, Vandal, sama Hun. Tapi enggak semua suku ini dibabat habis sama Romawi. Ada yang bertahan, melawan, atau malah bikin Romawi kerepotan. Contohnya, orang-orang Karthago hampir punah setelah Romawi ngebantai kota mereka, tapi sebagian kabur ke...

Mengapa pasukan Jepang dapat menguasai medan geografis Indonesia

Jepang tentu punya mata-mata. Berawal dari keinginan untuk memperbaiki nasib, gelombang imigran Jepang mulai tiba di Hindia Belanda awal abad ke-20. Sebagian besar memulai aktivitas perdagangan dengan cara berdagang keliling sampai cukup modal untuk membuka toko kecil, yang kemudian diikuti oleh pembukaan toko jaringan. Toko milik para pedagang Jepang inilah yang kemudian dikenal dengan nama Toko Jepang. Sampai dengan tahun 1940, firma - firma yang dimiliki oleh para pegang Jepang ini berjumlah 189. Berbeda dengan toko milik orang China yang lebih menyukai proses tawar menawar, Toko Jepang memilih strategi harga pas, yang kadang diikuti dengan pencatuman label harga serta mengadakan obral harga pada waktu tertentu. Zaman keemasan Toko Jepang berakhir tahun 1941 pada saat hubungan Jepang - Hindia Belanda memburuk, orang-orang Jepang kembali ke negaranya dan assetnya disita pemerintah Hindia Belanda. Banyak yang berpendapat bahwa para para pedagang dan pegawai toko Jepang semua me...

Mengapa orang Sunda jarang merantau

Sebagai orang Sunda aku mau coba jawab menurut pendapat ku saja. Ibu kota Indonesia itu Jakarta sebenarnya dulu tanah Sunda, Sunda Kelapa. Jadi buat apa merantau ke luar pulau sementara lapangan pekerjaan ada di Jawa bagian Barat. Kebetulan saja orang Sunda sejak dulu sudah ada disana. Jika suatu saat nanti Ibu kota negara yang baru lebih menjanjikan mungkin mereka akan merantau ke Kalimantan Timur. Berbeda dengan orang pesisir yang terbiasa melihat pendatang, orang Sunda itu banyak tinggal di dataran tinggi. Dimana orang-orangnya homogen sehingga akan berbeda dengan mereka yang orang pesisir yang terbiasa bertemu orang asing. Tapi memang ada juga orang Sunda yang suka merantau terutama dari daerah Tasikmalaya, Garut, Majalengka. Mungkin alasan nomor 1 membuat mereka ingin merantau untuk mencari pekerjaan. Orang Sunda itu terutama anak muda kebanyakan kalau diluar lingkungan keluarga mereka akan berbicara bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda. Bahkan sesama teman pun mereka lebih se...

Negara-negara gencatan senjata

Pesisir Gencatan Senjata (bahasa Arab: الساحل المهادن As-Sāḥil al-Muhādin or أو المتصالح al-Mutaṣāliḥ; juga dikenal sebagai Negara-Negara Gencatan Senjata, Oman Gencatan Senjata, Negara-Negara Gencatan Senjata Pesisir Oman, and Kesyekhan Gencatan Senjata) adalah sekelompok konfederasi suku di tenggara Teluk Persia, dahulu dikenal sebagai Pesisir Bajak Laut, yang menjadi penanda tangan beberapa perjanjian (yang menyebabkan gencatan senjata) dengan Pemerintah Britania. Perjanjian-perjanjian ini mendirikan sebuah protektorat tak resmi oleh Britania Raya dan beberapa kesyekhan atau keamiran; menjadi protektorat Britania sejak 1820 hingga 1 Desember 1971, ketika ketujuh kesyekhan gencatan senjata meraih kemerdekaannya. Keenam darinya (Dubai, Abu Dhabi, Sharjah, Ajman, Umm al-Qaiwain, dan Fujairah) membentuk Uni Emirat Arab keesokan harinya; yang ketujuh, Ras al-Khaimah, bergabung dengan Konfederasi pada 10 Februari 1972. Negara-Negara Gencatan Senjata Pesisir Oman 1820–1971 Bendera Negara-N...

Karesidenan di Teluk Persia

Keresidenan Teluk Persia adalah bagian penjajahan resmi (keresidenan) dari Kemaharajaan Britania dari 1763 hingga 1947 (dan tetap menjadi protektorat Britania setelah kemerdekaan India pada tahun 1947 hingga 1971), di mana Inggris mempertahankan berbagai tingkat kendali politik dan ekonomi atas beberapa negara di Teluk Persia, termasuk apa yang sekarang dikenal sebagai Uni Emirat Arab (sebelumnya disebut Negara-Negara Gencatan Senjata) dan dalam beberapa masa selatan Persia, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Qatar. Bahri'ar Rata Ninam'aaun Keresidenan Teluk Persia 1763-1971 Bendera Keresidenan Teluk Persia Bendera Ibu kota Bushehr (1763–1919) Dubai (1919–1971) Bahasa resmi Inggris, Hindi, Urdu Bahasa yang umum digunakan Arab, Persia Agama Islam, Hindu Sejarah   • Pendirian wilayah Keresidenan pada Dalaman Abut 1763 • Dibubarkan 1971 Didahului oleh Digantikan oleh  Dinasti Zand  Abu Dhabi  Sharjah  Ajman  Ras al-Khaimah  Umm al-Qaiwain  Dubai  Bahrai...

Invasi Afsharid ke Mughal

Kaisar Nader Shah, Shah dari Persia (1736–47) dan pendiri dinasti Afshariyah dari Persia, menginvasi Kekaisaran Mughal, kemudian menyerang Delhi pada Maret 1739. Pasukannya dengan mudah mengalahkan Mughal di pertempuran Karnal dan kemudian menaklukan ibu kota Mughal tersebut setelah pertempuran tersebut.[1] Invasi India Utara Bagian dari Peperangan Naderian Perwakilan Nader Shah di kejatuhan Delhi Tanggal 1738–1740 Lokasi India Utara Hasil Kemenangan Persia Delhi Jatuh dan Dirampas Perubahan wilayah Kekaisaran Persia menganeksasi seluruh wilayah barat sungai Indus dan mendirikan hegemoni atas kawasan tersebut Pihak terlibat  Kekaisaran Persia  Kekaisaran Mughal Tokoh dan pemimpin Nader Shah Muhammad Shah Templat:Campaignbox Nader Kemenangan Nader Shah melawan Kekaisaran Mughal di Timur Jauh menandakan bahwa ia memukul mundur dan meneruskan peran melawan musuh bebuyutan Persia, tetangga Kekaisaran Utsmaniyah, selain juga kampanye-kampanye lanjutan di Kaukasus Utara dan Asia Te...